Suasana kepemimpinan hari-hari ini, telah bergeser dari kepemimpinan yang menang-menangan melalui Pencitraan diri, menjadi figur kepemimpinan yang Bermasyarakat, lahir dan berkembang bersama dinamika masyarakat, terjadinya pergeseran dimungkinkan karena pencitraan diibaratkan pepatah lama, lebih besar Pasak dari pada Tiang; fondasi kepercayaan pemilih saat ini cenderung memberi legitimasi pada :
1. Tiang yang Kokoh,
2. Tiang yang berakar, dan
3. Tumbuh bersama dinamika masyarakat,
4. Memiliki daya juang, dan
5. Pemikir Pembaharu serta Pembaharu Pemikiran,
(yang selama ini bukan hanya jadi penonton, tetapi pelaku sejarah, tentu saja telah teruji Integritas dan Kapabilitas ……o… ya …. o ..ya …ya ..ya..)